Kehamilan adalah fase penuh perubahan yang sering kali membawa berbagai sensasi baru pada tubuh, termasuk perubahan fisik dan emosional yang menuntut perhatian ekstra terhadap kesehatan, terutama ketika muncul keluhan bengkak saat hamil.
Mitos yang sering beredar mengatakan bahwa tubuh akan bengkak saat hamil jika ibu terlalu banyak minum air, padahal faktanya tidak sesederhana itu; kondisi bengkak dapat dipengaruhi oleh banyak hal lain yang tidak selalu berkaitan dengan jumlah cairan yang kamu konsumsi.
Fakta Penyebab Bengkak Saat Hamil
Mengetahui fakta yang benar tentang bengkak saat hamil sangat penting agar kamu tidak terjebak dalam informasi keliru yang justru bisa membuat kamu membatasi asupan air dan berisiko mengganggu kesehatan diri maupun perkembangan janin.
1. Perubahan Sirkulasi Darah
Selama kehamilan, volume darah meningkat drastis sehingga aliran balik dari kaki menuju jantung menjadi lebih lambat, dan kondisi ini dapat memicu bengkak saat hamil terutama pada area tungkai.
2. Pengaruh Hormon Kehamilan dan Retensi Cairan Alami
Hormon kehamilan seperti progesteron membuat dinding pembuluh darah lebih relaks sehingga cairan lebih mudah keluar dan berpindah ke jaringan bawah kulit, sehingga bengkak saat hamil dapat muncul lebih jelas terutama di kaki dan tangan.
3. Tekanan Rahim yang Membesar Menekan Pembuluh Darah Kaki
Saat usia kehamilan bertambah, rahim membesar cukup signifikan hingga memberikan tekanan langsung pada pembuluh darah besar di panggul dan kaki, sehingga aliran darah terhambat dan menyebabkan bengkak saat hamil semakin sering terjadi.
4. Cuaca Panas
Cuaca panas membuat pembuluh darah melebar dan cairan lebih mudah berkumpul di jaringan tubuh, sehingga bengkak saat hamil terasa lebih berat ketika suhu lingkungan tinggi.
5. Berdiri atau Duduk Terlalu Lama
Posisi tubuh yang tidak berubah dalam waktu lama membuat cairan menumpuk di bagian bawah tubuh, sehingga memperburuk bengkak saat hamil terutama menjelang waktu istirahat malam.
6. Pola Makan Tinggi Garam
Konsumsi makanan tinggi natrium membuat tubuh menahan lebih banyak cairan, sehingga retensi cairan meningkat dan memicu bengkak saat hamil semakin terasa.
Apa Bahayanya Jika Asupan Cairan Justru Kurang?
Membatasi minum karena takut bengkak saat hamil justru bisa berbahaya karena kekurangan cairan mengganggu fungsi tubuh, termasuk sirkulasi darah dan kestabilan tekanan darah.
Jika asupan cairan terlalu sedikit, tubuh bisa mengalami dehidrasi ringan hingga berat, yang justru memperburuk kondisi bengkak saat hamil karena tubuh akan menahan lebih banyak cairan sebagai mekanisme bertahan.
Bengkak adalah Hal yang Wajar
Secara umum, bengkak saat hamil adalah kondisi wajar yang terjadi akibat perubahan alami dalam tubuh, dan bukan semata-mata karena terlalu banyak minum air. Namun penting untuk mengurangi makanan asin dan olahan yang tinggi natrium untuk mengurangi retensi cairan, menghindari berdiri atau duduk terlalu lama, dan juga melakukan olahraga ringan yang aman untuk ibu hamil, seperti berjalan kaki, berenang, atau bersepeda statis.
Di tengah berbagai perubahan tubuh, kamu tetap bisa menjalani kehamilan dengan nyaman dan sehat, termasuk mengelola bengkak saat hamil dengan mencukupi kebutuhan cairan harian, salah satunya melalui hidrasi yang lebih optimal dengan ION WATER, sambil mempersiapkan diri menyambut kehadiran si kecil dengan penuh semangat. ION WATER dapat menggantikan cairan tubuh yang hilang dengan lebih cepat dan disimpan lebih lama dalam tubuh. Selain itu, ION WATER juga aman dikonsumsi untuk ibu hamil dan menyusui karena tanpa pengawet dan pemanis buatan.
Sumber:
- Bunce, E. E., & Heine, R. P. (2023). Swelling during late pregnancy. In MSD Manuals consumer version. Merck & Co., Inc.
- Zhang, N., Zhang, F., Chen, S., Han, F., Lin, G., Zhai, Y., He, H., Zhang, J., & Ma, G. (2020). Associations between hydration state and pregnancy complications, maternal-infant outcomes: protocol of a prospective observational cohort study.